Pemain belakang itu pastinya bekerja ekstra keras, seperti layaknya dalam sebuah sepak bola yang tiada henti para pemain belakang itu menghadang laju dari musuh.. Aku pun sangat merasakannya jelas, ketika ku tengah berada di antara orang-orang yang bekerja di stasiun Plabuhan (Semarang) ketika jadwal kereta api kacau paska anjloknya kereta di jalur utara.. Mereka bekerja full time di setiap harinya, memantau lalu lintas berjalannya kereta.. Apalagi pada saat ada kereta anjlok kemarin, mereka lebih-lebih ekstra lagi memantau keadaan demi membuang jauh hal-hal yang tidak diinginkan..
Tetepi di balik itu, hati mereka adalah hati yang perlu di perhatikan oleh pemerintah kita.. Pada saat aku berada di dalam ruangan stasiun, aku merasa bahwa tak sepantasnya kerja keras mereka dalam memantau perjalan kereta di bayar oleh prasarananya yang minimalis.. Contohnya kemarin; di atap internit terlihat sudah rusak, bahkan ada yang bolong karena hujan deras menerpanya.. Kipas angin yang sudah loyo untuk memutar, tak terasa silirnya lagi ketika panas pantai utara Plabuhan merasuk ke dalam gedung stasiun itu..
Ketika waktu sudah menunjukan 15menit kereta berhenti, ada seorang bapak-bapak bersama anaknya memasuki ruangan itu dengan berkata; berapa lama lagi kereta berhenti.. Lalu di jawab oleh Pak Bambang, kru yang bertugas dalam pemantauan lalu lintas dengan berkata; 15menit lagi Pak, soalnya di timur sana ada kereta yang ingin masuk, jadi harus berganti-gantian.. di terimalah alasan itu dengan melangkah duduk di depan pintu masuk.. beberapa saat, Bapak tadi berkata; seharusnya Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) ke sini untuk melihat bagaimana si pemberi falitas pemantauan di beri fasilitas yang semestinya.. masa sudah capek-capek jaga, fasilitasnya seperti ini.. begitulah Bapak itu berkata..
Apa kata Gayus kalau begini jadinya?? kata-kata yang ku ingat ketika Om ku, Hendro Masih Cahbalapan berkata ..
Aku hanya menyuarakan isi hati mereka di sini.. aku menjadi prihatin


Selamat ulang tahun cinta..
Aku suka dengan yang namanya bus, baik itu mini bus, lux bux maupun coach bus.. Kegemaran ini timbul sejak umurku beranjak 7 tahun, mula-mulanya aku sering di ajak berpergian oleh orang tua ku jalan-jalan/ entah apa pergi dengan menggunakan jasa transportasi bis.. Waktu itu ingin sekali rasanya menjadi pengemudi bis

