Meremas Tape Menjadi Pupuk

Panas siang terik matahari setelah sholat jum’at kemarin, akupun berlatih KIR dengan dadakan..
Dengan wangi tape yang sedikti menggoda iman karena aku sedang berpuasa, aku pun tertawa-tawa pada Hubaibi (Kawan KIR ku). Ya, bu Siti hajar ingin mengajarkan kami bagaimana membuat pupuk cair organik dengan mudah dengan menggunakan bahan dasar tape, yang katanya dapat menghasilkan tanaman, buah atau sayuran dengan hasil yang maksimal. Lalu, bagaimana pembuatannya? Tape tersebut di taruh di dalam ember dengan ukuran garis tengah 50 cm. Karena kemarin blender yang di sediakan bu Siti hajar terkunci di dalam rungan yang keberadaan kuncinya entah kemana, akhirnya aku (kami bersama anak KIR)di suruh menghaluskan tape tersebut dengan menggunakan tangan, yaitu dengan meremas-remasnya. Sebelum di remas-remas, tape di campur dulu dengan gula pasir 3 sendok makan. Setelah peremasan merata, olahan tape tersebut di beri air kurang lebih 3 liter dan cairan bioaktivator A4 sebanyak 2 tutup botol. Mengapa di beri cairan A4, karena cairan ini akan membantu dalam proses menjadi pupuk, karena tanpa zat ini pupuk akan lama jadi. Setelah di beri air dan cairan A4, aduklah air tersebut sampai merata hingga cairan A4 dan air menyatu, kemudian tutup ember tersebut dengan kayu atau kardus.
Demi kenyamanan kita dan berjalannya pemrosesan menjadi pupuk dan, sebaiknya taruhlah ember tersebut di tempat yang jauh dari aktivitas manusia karena, dalam pemrosesannya menjadi pupuk olahan tape ini akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Tunggu selama 2 minggu, pupuk organik cair tersebut siap di gunakan..

