Mengikuti, ‘Jejak Si Gundul
Hmm .. Gara-gara gaya rambut yang ku pangkas di daerah pondok kopi ini, membuatku harus menghabisan waktu untuk membenahinya. Tepatnya kalau mau berangkat sekolah dan ketika membuka helm pas tiba disekolah. (Emang gaya rambut apa sih yang kau pangkas?) gaya rambutku ini bernama Mowhawk. Pasti semuanya tau donk? Dan memang agak ribetkan untuk membereskannya? Apalagi kalau sudah turun (Sapa suruh memilih gaya itu!) gaya seperti ini memang ku suka, cocok menurutku kalau aku sedang mengaca (Ih,) tapi kalau bergaya seperti ini pas waktu sekolah, ya seperti ini Membuatku ribet. (Wah, dasar kamu!) Hehehehee . iya, waktu itu aku telat motong, pas liburan rambut ku biarkan panjang, tapi pas mau masuk baru ku bentuk Mowhawk. Tapi kayaknya keribetan rambutku ini tidak bertahan lama, pasalnya aku mendapatkan inspirasi ketika sedang menonton acara Trans7 yang bernama Jejak Si Gundul. Wah, dari situ aku berpikir kenapa tidak ku buat botak saja ya kepalaku, seperti waktu semester 2 lalu waktu tingkat 11!? Kan ngga’ ribet seperti ini! Setelah terpikirkan untuk menggunduli kepala, akhirnya aku langsung bergegas menuju pangkas rambut untuk menggundulinya. Ambil dompet dan HP, lalu pergi kesana. Setiba di sana, aku agak menunggu sedikit, karena tempat pangkas rambut terisi dan akhirnya ku sabar menunggu. Setelah kursi pangkas kosong karena sudah selesai yang potong tadi, akhirnya giliran aku. Lansung saja mengkomandoi tukang pangkas rambut, dengan mengatakan; bang tolong dibotakin ya, tapi 3 cm aja. Ya, jawab tukang pangkas rambut itu. Pemangakasan pun dilakukan. Pas selesai dipangkas, aku mengaca-ngaca apakah sudah atau belum dan ternyata sudah. Lalu ku bayar dengan harga Rp.8.000,00 karena aku masuk kategori dewasa, dan akhirnya ku pulang. Oiy, tetapi ngga’ langsung pulang. Aku lupa kalau sabun jerawatku habis, akhirnya mampir dulu ke Hari-Hari pasar swalayan untuk membeli sabun jerawat, yang bernama Kelli dan setelah itu langsung pulang. Wah, mengikuti ‘Jejak Si Gundul.

